Bursa Asia-Pasifik melemah pada 21 Agustus 2026, tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Bank Indonesia (BI) melihat prospek perekonomian global masih lemah dan dibayangi tingginya ketidakpastian di pasar keuangan.
Dukungan dan peran Danantara dinilai penting dalam memperkuat ikhtiar PNM dalam menghadirkan pemberdayaan yang lebih berdampak.